Selain 50 karya ukir kayu kontemporer dan aneka topeng roh yang dipamerkan dan dijual, hadir pula lima orang suku asli Kamoro yang siap memaparkan berbagai aspek budaya mereka.
Dalam pameran, pengunjung dapat melihat secara langsung berbagai alat dan bahan rimba yang masih digunakan masyarakat Kamoro dalam kehidupan seni dan keseharian mereka. Selain nyanyian dan tarian tradisional, kelompok Kamoro juga menyajikan ritual pembuatan genderang yang menggunakan darah.
Rombongan Kamoro didampingi konsultan untuk Departemen Komunikasi Perusahaan dan Departemen Urusan Masyarakat Freeport Dr Karl Muller. Pada acara tersebut Muller memberikan ceramah dan presentasi mengenai kehidupan masyarakat Kamoro.
Lewat acara seperti itu, masyarakat semakin mengetahui bahwa bumi Papua menyimpan begitu banyak kekayaan budaya dan seni. Kini masyarakat Jakarta dapat menikmati hasil karya seni yang mahatinggi suku Kamoro. (CY/S-5)
(sumber: media indonesia)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar